Cukup Diterima-2

899 Kata

Di lantai bawah, beberapa pelayan masih sibuk merapikan ruangan. Lampu di ruang keluarga sudah dipadamkan, hanya menyisakan cahaya dari dapur dan lorong menuju kamar utama. Abby mengangguk pada Ester yang lewat, wanita itu membalas dengan senyum tipis, lalu menghilang di balik pintu dapur. Abby berjalan menuju kamar utama. Tanpa mengetuk, seperti yang sudah diingatkan Damian berkali-kali, ia membuka pintu perlahan. Jas hitam tergeletak di ujung ranjang, kusut, seperti dilempar dengan tergesa. Abby melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya, dan suara kunci terdengar pelan di ruangan yang sunyi. "Hai." Damian muncul dari ruang pakaian. Kemeja putihnya sudah terbuka sebagian, beberapa kancing terlepas, memperlihatkan d**a bidang yang masih basah oleh keringat seharian. Dasi dan jam tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN