Perlahan Mencair-2

717 Kata

"Kamu harus latihan rutin, Nak. Tidak cukup hanya seminggu sekali." Damian mengambil potongan ayam, meletakkannya di piring Aidan. "Iya, Dad. Aku sudah cari jadwal les di dekat sekolah." Aidan mengunyah cepat, tidak sabar melanjutkan cerita. Damian tersenyum. "Daddy akan dukung kamu, apa pun yang kamu suka. Tapi ingat, kamu harus sungguh-sungguh. Jangan hanya ikut-ikutan teman." Aidan mengangguk mantap. "Aku suka memanah, Dad. Aku mau jadi atlet panahan." "Bagus." Damian meletakkan sendok, menatap putranya lekat. "Nanti Daddy cari koneksi. Cari pelatih yang bisa les privat buat kamu." "Yes!" Aidan mengepalkan tangan, matanya berbinar. Di sisi kiri meja, Abby sibuk dengan piring Suri. Jemarinya memisahkan potongan wortel dan buncis ke pinggir piring, lalu menyendok nasi dan ayam ke te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN