Rasa Bersalah-2

841 Kata

Damian menyentuh bahunya. Tapi Abby menghindar. Tangannya jatuh, ia melepas wajahnya dari cengkeraman jari-jarinya sendiri. Wajahnya basah, merah, mata sembab. "Maafkan aku." Suaranya serak. "Aku nggak tahu kalau dia akan bertindak sejauh ini." Napasnya tersendat. "Pada anakmu ...." Damian menghela napas panjang. Tangannya kembali terulur, kali ini tidak menyentuh, hanya menggenggam udara. "Apapun akan dilakukan demi mencapai tujuannya, Abby." Abby menggeleng. Tidak mau percaya. Tapi ingatan tentang omnya yang selalu butuh uang, yang selalu mengancam, yang selalu datang dengan tangan terbuka, semua itu menyatu, membentuk satu kesimpulan yang tidak bisa ia hindari. "Abby." Damian memanggil lagi. "Aku nggak akan ikut pulang sama kamu." Suara Abby tegas, meskipun bergetar. "Sampai Suri d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN