110. Sedikit Lega-2

1115 Kata

Yulinar menatap petugas itu dengan mata sedikit ketakutan. "Berarti kalau dia nyerahin diri, hukumannya bakal dikurangi, begitu, Pak?" Petugas itu mengangguk pelan. "Dia akan menjalani hukumannya Sesuai dengan hukum yang berlaku, Bu." Yulinar mengalihkan pandangan, menatap Desi yang mulai membuka mata. Desi tampak lebih baik dari sebelumnya, wajahnya tidak sekusam dulu, matanya tidak sekosong itu. Perawatan medis yang diberikan rumah sakit mulai menunjukkan hasil. "Abby tidak ke sini, Kak?" tanya Desi, suaranya lemah. Yulinar menggeleng. "Tadi ada yang datang. Katanya orang suruhan suaminya." Ia menghela napas. "Abby dilarang ke sini." Desi menutup mata kembali. Tidak ada yang bicara. Seno berdiri di dekat pintu dengan tangan di saku, petugas di sampingnya mencatat sesuatu di buku kec

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN