112. Mulai Baikan-1

717 Kata

Malam itu, ruang keluarga terasa hangat. Lampu-lampu redup menyala di sudut-sudut ruangan, membuat bayangan lembut di dinding. Damian duduk bersebelahan dengan Abby di sofa panjang, Suri duduk manis di antara mereka, kaki mungilnya menggantung, sesekali bergoyang. Audrey dan Aidan duduk di sofa seberang, Aidan dengan ponsel di tangan, Audrey dengan buku yang tidak benar-benar ia baca. "Ada kabar apa, Dad?" tanya Aidan tidak sabar. "Apa ini soal liburan?" tanya Audrey, menutup bukunya. Damian menggeleng pelan. Ia meraih tangan Abby, menggenggamnya erat. Abby di sampingnya terlihat tenang, tapi jemarinya sedikit dingin. Sejak kejadian penculikan itu, Audrey belum pernah menyapanya. Hanya tatapan sekilas, lalu menjauh. Abby tidak mau memaksa. Tapi berada di ruangan yang sama dengan Audrey

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN