114. Seorang Dari Masa Lalu-1

712 Kata

"Saudari Mia, silakan keluar." Seorang petugas membuka pintu jeruji besi yang berkarat di beberapa bagian. Suaranya tegas, tidak ramah, tapi juga tidak kasar. Mia menoleh pada Sandra. Sandra duduk di pojok ruangan, kaki ditekuk, tangan di pangkuan. Wajahnya pucat, matanya sembab. Tangan mereka yang sejak tadi saling bertautan, perlahan terlepas. Mia berdiri, melangkah ke arah pintu. Sandra tersenyum tipis, senyum yang tidak sampai ke mata, senyum yang mencoba meyakinkan. Mia menoleh sekali lagi sebelum pintu tertutup. Sandra masih di sana, di pojok ruangan, dengan tangan kosong dan senyum yang perlahan memudar. Mia dibawa ke sebuah ruangan kecil di ujung lorong. Lampu neon di langit-langit berkedip-kedip, membuat bayangan aneh di dinding yang kusam. Seorang pria sudah menunggu di sana,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN