120. Kabar Duka-2

729 Kata

Irwan masuk ke dalam rumah duka. Langkahnya terhuyung, tubuhnya hampir jatuh saat melihat peti mati di hadapannya. "Des!" Jeritannya memecah keheningan. Ia tersungkur di depan peti, kedua tangannya yang diborgol meraih tepi kayu, kepalanya tertunduk. Isak tangisnya pecah, keras, tidak terkendali. Bahunya berguncang. "Maafkan aku, Des. Maaf." Suaranya serak, terbata. "Aku benar-benar jahat padamu, Des." Para pelayat yang ada di sana hanya memandang iba dan penuh dengan kekecewaan, terutama Bella dan Niko, kedua anaknya sendiri. "Maafkan aku, Des. Maaf." Kalimat itu kembali terulang dan masih diiringi dengan isak tangisnya. Irwan menoleh. Matanya mencari Bella dan Niko. Kedua anaknya duduk di sudut ruangan, tubuh mereka merapat, seperti berusaha melindungi satu sama lain. Irwan bangkit,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN