121. Peringatan Damian-2

1002 Kata

Bella mengangkat wajah, menatap kakaknya. Matanya basah, tapi ia tidak menangis. "Lalu bagaimana dengan Papa?" tanyanya, suara lirih. Meskipun ia sangat marah, sangat kecewa, jauh di lubuk hatinya masih ada kasih sayang untuk pria yang dulu sangat disayanginya. Niko mengembuskan napas panjang, mengusap wajah. "Kita hadiri sidang vonis Papa." Matanya menatap Bella. "Senin depan." Ia menjeda. "Setelah itu kita mulai persiapan pindah." Ia menekan kata-katanya. "Kita pantau Papa lewat Tante Yuli." Bella mengangguk pelan. "Ya. Itu lebih baik, Bang." Ia menunduk sebentar, lalu menatap kakaknya lagi. "Tapi ...." "Tapi apa?" Niko mendesak. "Aku ingin bertemu Abby." Suara Bella kecil, seperti anak kecil yang mengaku salah. "Mewakili Mama. Meminta maaf padanya." Ia menelan ludah. "Karena telah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN