122. Sidang Vonis-2

1127 Kata

Donny datang dengan jas rapi, wajah tegang. Pengacaranya berjalan di sampingnya, sesekali berbisik, sesekali mengangguk. Donny duduk di bangku pengacara, tidak menoleh ke siapa pun. Sandra, tidak ada di sisinya. Sandra ada di ruang tahanan, menunggu panggilan. Pintu ruang sidang terbuka. Seorang petugas berseragam coklat berdiri di ambang, memberi isyarat. Para pengunjung mulai beranjak masuk. Ruang sidang utama terasa lebih dingin dari biasanya. Lampu kristal di langit-langit menyala terang, membuat bayangan tajam di wajah-wajah yang hadir. Para hakim duduk di kursi tinggi di depan, dengan toga hitam dan ekspresi tidak bisa dibaca. Jaksa memasuki ruangan dengan langkah tegap, membawa map tebal berisi berkas tuntutan. Di bangku terdakwa, empat kursi terisi. Sandra duduk di paling ujung,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN