127. Menanti Kelahiran-1

712 Kata

Enam bulan kemudian .... "Abby, ayo ... Kita lihat adik bayi ...." Suri menarik-narik tangan Abby dengan tidak sabar. Wajahnya berseri, matanya berbinar, kakinya bergoyang-goyang di tempat. Abby tertawa kecil, tangannya mengusap perutnya yang sudah membesar, kandungannya sudah delapan bulan, tinggal menghitung hari. "Sebentar ya, Sayang. Kita tunggu Daddy." "Tapi Daddy kan di kantor. Pasti lama-lama datangnya." Suri merajuk, bibirnya sedikit maju ke depan. Abby menghela napas, tangannya masih mengusap perut. "Daddy bilang mau ikut antar ke rumah sakit, Sayang. Tunggu sebentar lagi, ya." "Telepon saja, Abby," saran Ester dari belakang, sedang merapikan tas kecil berisi perlengkapan Suri. "Baik, Bu." Abby mengeluarkan ponsel dari tas tangannya, jarinya menekan kontak Damian. Suri masi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN