Setelah obrolan panjang mereka dalam pillow talk untuk pertama kalinya, Stella dan Arga tidur dengan nyaman hingga kesiangan. Sekalipun mereka tidak berhubungan intim atau murni hanya mengobrol saja, tapi rasa nyaman membuat mereka seolah enggan bangun dari tidur sambil berpelukan seperti ini. Sampai pada akhirnya, waktu menunjukkan lewat pukul delapan pagi, mereka baru benar-benar terbangun. “Jam berapa ini?” tanya Arga. “Jam 08.15, Pak.” “Inilah alasan saya mengatur jadwal pulang setelah makan siang aja. Jadi pagi-pagi nggak perlu grasah-grusuh.” “Dan aku sangat bersyukur dengan jadwal yang suamiku buat itu. Kapan lagi pagi-pagi bisa se-santai ini,” balas Stella. “Ah, maksudku setiap hari sebenarnya aku nyantai sekalipun udah menikah, nyiapin bekal Rora pun nggak tiap hari. Aku hany

