Bab 84 - Jangaaan!

1370 Kata

“Saya boleh duduk di sini?” tanya Dio tepat saat Reno menyalakan rokoknya. Sejak beberapa saat yang lalu, Reno memang duduk di kursi taman yang ada di samping vila. Ia tidak menyangka akan ada yang ingin bergabung dengannya. “Boleh,” jawab Reno lalu menyodorkan rokok dan korek pada Dio. “Mau?” “Enggak. Makasih,” tolak Dio baik-baik. Reno kemudian meletakkan kembali rokok dan korek miliknya. “Pak Reno...,” ucap Dio, agak ragu. “Tunggu, bagaimana kalau kamu panggil saya Reno aja? Tanpa embel-embel pak? Saya rasa usia kita nggak terlalu jauh,” ucap Reno. “Kalau begitu, panggil saya Dio juga, tanpa embel-embel pak,” balas Dio. “Baiklah,” balas Reno. “Ngomong-ngomong saya udah menebak kamu ke sini bukan tanpa alasan. Pasti mau mengatakan sesuatu, kan? Katakan aja, saya dengarkan.” “Seb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN