Aturan Tak Tertulis.

1029 Kata

Kairi hanya bisa mengangguk pelan, menyadari bahwa meski ia memenangkan debat tentang pakaian kuliah, Lewis tetap memegang kendali atas segalanya yang terjadi di balik pintu tertutup ini. Namun, setidaknya untuk besok pagi, ia bisa berjalan di koridor universitas tanpa merasa seperti boneka yang sedang dipamerkan. Lewis terus membolak-balik katalog, kali ini ia jauh lebih teliti memilih sweater-sweater berbahan kasmir yang tampak biasa dari jauh namun memiliki harga selangit. Ia tetap ingin memberikan yang terbaik, namun dalam balutan penyamaran yang diinginkan Kairi. ​ Pembersihan lemari sebelumnya kini digantikan dengan penataan ulang yang lebih moderat. Meski tetap bermerek, pakaian yang masuk kali ini jauh lebih bisa diterima oleh logika Kairi. Ada rasa bangga yang kecil di hati Kair

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN