“Dinda ...” teriak Elang saat membuka kamar kedua anak-anaknya. “Kamu apain anak aku?” Bukannya menjawab Dinda justru makin tertawa dengan keras saat anak pertama Elang lagi-lagi mengajaknya bercanda. “Awwww ... Kakak! Telinga Dinda sakit.” Dinda berteriak saat Elang tak kunjung melepaskan telinganya. “Kamu tuh sering banget ajarin abang main yang enggak-enggak.” “Apaan sih, Kak? Orang Dinda cuman ajarin Abang cilukba.” Elang mengambil Zayn lalu mengusir adiknya dari kamar anak-anaknya. Dengan menggerutu Dinda meninggalkan kamar keponakannya. Sebenarnya hari ini dia ada jadwal nongkrong. Namun sahabatnya tiba-tiba saja tidak bisa karena sedang sakit. Jadilah, Dinda main ke rumah Elang dan Arumi untuk menjaga kedua keponakannya. “Dinda mau kemana?” “Pulang ke rumah, Kak.” “Loh, Aba

