MENJAGA DIRI

2604 Kata

“Cantik ya,” gumam Helia. Bus melaju meninggalkan pusat kota Lucerne. Dari balik kaca jendela, pemandangan perlahan berubah. Deretan bangunan kota bergeser menjadi hamparan rumput hijau yang rapi, ladang-ladang kecil dengan pagar kayu rendah, serta rumah-rumah bergaya tradisional. Helia duduk di dekat jendela. Ia tak banyak bicara. Tangannya bertumpu di pangkuan, pandangannya mengikuti setiap detail yang lewat; bukit yang menggelombang, pepohonan yang berbaris, dan langit yang pagi itu cerah nyaris tanpa awan. “Swiss tuh jagonya bikin alam keliatan kayak disiapin khusus buat difoto,” sahut Sam dari kursi belakang, sambil tetap membidik beberapa sudut dengan kameranya. “Padahal cantiknya bukan karena dari sananya doang,” timpal Bintang. “Pajaknya tinggi, aturannya ketat. Disiplin sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN