“Kalau di Nero & Latte,” Dirga mulai bercerita, “kami dulu punya vendor yang terlalu santai. Kayaknya dia pikir coffee shop itu… ya cuma kopi. Padahal bahan baku kecil-kecil yang terkesan remeh, justru yang bikin sistem rontok kalau satu aja ngadat. Pernah lho Papa Ga lari ke supermarket nyari sirup vanilla.” “Sekarang Papa Ga pakai apa?” “Dari Manisnya Kita.” Helia mengangguk. “Besok Ia juga mau ketemu sama Ibu Kalista, Pa. Review kontrak,” ujarnya. “Itu sirup-sirupnya enak-enak banget, ya Pa. Katanya mereka produksi sendiri.” “Betul!” tanggap Dirga. “Mereka juga punya kebun vanilla sendiri. Jadi, dari hulu sampai hilir bahan bakunya terkontrol.” “Kalau di resep, dibanding dengan pemanis lain, beda cost-nya signifikan ngga, Pa?” “Ngga. Karena sweetener dari Manisnya Kita, pakainya c

