OPINI MENYESATKAN

2102 Kata

“Thanks, Ya!” seru Rory sambil menerima iced americano yang Helia sodorkan melalui window pass. Ia meneguk layaknya meminum air putih biasa, lalu mengernyit menahan nyeri di kepala. “Beku otak gue!” “Takut banget gue minta apa sampai langsung tenggak habis gitu,” balas Helia. “Haus, Ya,” tanggap Rory singkat. “Kak Helia,” panggil Karin dari kasir, suaranya direndahkan berhubung ada pelanggan di depannya, “ini ada yang nanya… menu yang kemarin viral itu masih ada ngga?” Helia memasang ekspresi bingung. “Yang mana?” “Rose-lychee, Kak.” Helia membulatkan bibir. “Udah ganti, Karin. Tawarin yang minggu ini aja. Jelasin aja ‘limited batch’.” Karin mengangguk, lalu kembali melayani pelanggan itu. Helia menghela napas pelan. “Jangan panik,” ujar Rory. “Ngga kok. Aman,” balas Helia. I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN