FITNAH

1353 Kata

Pagi itu Théologie baru buka lima belas menit, namun ponsel kerja Helia sudah bergetar beberapa kali. Bukan pesan supplier. Bukan stok. Bukan reminder jadwal to do yang rentan terlupa. Melainkan... notifikasi dari beberapa platform berbeda. Datang berturut-turut, seperti sengaja diatur untuk membuyarkan konsentrasinya. “Mentioned you in a comment.” “New review.” “Your business was tagged.” Helia hanya melirik gawai itu. Ia memang merasa heran, namun tak sepenasaran itu untuk mengambil jeda sejenak. Ia meletakkan tray gelas di tempatnya, merapikan hand towel, lalu menyalakan kettle kedua. Millie sempat menoleh saat ponsel itu lagi-lagi bergetar. “Kak?” Helia hanya menaikturunkan bahunya. “Yang penting chat kasir aman,” tanggapnya. “Aku beresin yang lebih penting dulu.” Ia baru me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN