TAK PERNAH MUNDUR

1876 Kata

Sedan meninggalkan area SCBD. Jalanan tak seramai tadi siang, namun tak benar-benar sepi. Lampu kota masih menyala terang. Suara pun masih ramai bersahutan di udara, seolah penghuni kota ini tak mengenal kata tidur. “Izora?” “Hmm?” Bintang menatapnya sejenak. “Aku… sebenarnya sudah lumayan lama tau tentang Gavin.” Nama itu seakan seperti kutukan, membuat suasana kabin terasa aneh. Helia tak terkejut. Hanya… tubuhnya refleks menegang, seolah ada trauma akan mimpi buruk yang belum sepenuhnya hilang. “Tau gimana?” balas Helia, lirih. Bintang menghela napas pelan. “Kalau dia mantan... tunangan kamu.” Helia memang belum pernah mengatakan jika Gavin adalah mantan tunangannya. Dan terakhir mereka membicarakan masa lalu adalah di malam mereka memulai kisah kasih. Bintang tak pernah bertan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN