TAK PERLU MENGEJAR

1203 Kata

“Izora... bangun, sayang.” Bintang mengusap lembut pipi Helia. Butuh beberapa kali memanggil hingga sang istri membuka matanya. Helia mengerjap, pandangannya tak seketika tajam. Ia bernapas dalam, menekan dua tombol agar sandaran kursi dan penyangga kakinya menegak. Ia lalu menoleh ke arah salah satu jendela. Di luar sana, langit tampak kelabu. Di sela ia mengumpulkan kesadaran, suara pilot menggema di kabin. “Ladies and gentlemen, this is your captain speaking. We have now begun our descent into Jakarta.” Helia tersenyum simpul. “Welcome home,” lirihnya. Dadanya terasa lebih lapang dibanding hari-hari terakhir di Paris. “We expect to land at Soekarno-Hatta International Airport in approximately twenty minutes,” lanjut sang pilot. “The local time is approaching ten fifty in the mornin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN