RETAK

2002 Kata

“Tidur aja kalau kamu capek, Izora,” ujar Bintang. “Ngga apa-apa kok. Daripada nular ngantuknya,” tanggap Helia. “Bisa gitu ya?” kekeh Bintang. “Wah, hampir selalu terjadi, A. Kan lebih baik waspada sedari awal.” “Hmm,” gumam Bintang sambil mencubit pelan pipi Helia. Mobil melaju stabil di jalur kanan tol. Lampu-lampu kota mengiringi perjalanan. Tak ada kemacetan berarti, meski tak menjadi alasan bagi Bintang untuk menginjak pedal gas dalam-dalam. Dari dalam kabin, suara mesin terdengar halus, suhu udara juga pas, daftar putar jazz soul pop yang berputar pun mengalun menenangkan. Bintang menyetir dengan satu tangan. Tangan satunya sesekali berpindah ke perseneling atau menyentuh Helia. Ekspresinya santai, matanya fokus ke jalan yang terbentang di hadapan. Pacific Place tinggal bebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN