“Kamu kenapa?” Helia mengangguk setelah menghela napas panjang. Shalat subuh bersama baru selesai, namun ia langsung mencari sandaran sebelum Bintang menengadahkan tangan untuk berdoa. Ia sendiri tak paham apa yang terjadi pagi ini, rasanya seperti bangun mendadak dari tidur yang terlalu singkat. “Ngga kenapa-kenapa, A,” jawab Helia. “Cuma pegal aja.” “Ngga bisa tidur semalam?” tanya Bintang lagi. “Bisa sih kayaknya.” Bintang mengerutkan kening. Helia terkekeh sambil memijit kening suaminya. “Aa serius, Neng.” “Iya, Ia juga serius. Kalau ngga serius manalah mungkin mau nikah sama Aa.” Bintang mencubit gemas puncak hidung istrinya. “Malah balas dendam.” Helia memajukan bibir, Bintang mengecup singkat. “Masa sih aku kecapekan ya, A?” ujar Helia lagi. “Ya mungkin aja. Kamu kerja d

