Malam itu, Eleanor duduk di balkon apartemennya, menikmati dinginnya angin yang berhembus pelan. Matanya menatap langit gelap yang hanya dihiasi oleh bintang-bintang redup. Pikirannya melayang kepada Geo, pria yang selama ini menjadi pelariannya dari kesepian. Hubungan mereka tanpa ikatan, hanya sekadar kebutuhan fisik yang tak pernah berujung pada komitmen. Tiba-tiba, dering teleponnya memecah kesunyian. Eleanor mengerutkan kening saat melihat nama yang terpampang di layar, ayahnya. Dia menghela napas sebelum mengangkatnya. “Daddy, ada apa?" suaranya datar, tanpa emosi. “El, kau harus datang ke rumah sekarang. Ben dan keluarganya akan makan malam bersama kita," suara Jorge tegas, tanpa memberi ruang untuk bantahan. Eleanor menggigit bibirnya. Ben White—pria yang sejak lama

