Gael menatap Valentina dengan pandangan yang tak memberi ruang untuk kabur. Matanya yang biasanya hangat, kini dingin membeku, menusuk langsung ke dalam jiwa perempuan di hadapannya. Udara di sekitar mereka terasa berat, seolah ikut menahan napas menunggu jawaban yang sudah terlalu lama ditahan. "Kenapa, Val?" suara Gael rendah, tapi penuh tekanan. "Kenapa kau tidak pernah mengatakan yang sebenarnya? Kenapa kau membiarkan Violet tumbuh tanpa tahu bahwa aku adalah ayahnya? Aku tak akan menolakmu jika kau datang lebih awal. Aku akan bertanggung jawab. Kenapa harus menunggu bertahun-tahun baru muncul?” Valentina menunduk, tangannya menggenggam erat ujung dress-nya. Napasnya tersendat, seperti ada beban besar yang menekan dadanya. Dia tak memperhitungkan ini. Seharusnya dia lebih baik

