Bab 70.

1895 Kata

Tifa POV Papih kembali ke Jakarta hari berikutnya. Begitu pun dengan kedua orang tua Arda. Mereka bahkan ikut di penerbangan yang sama. Tak berbeda ketika mereka datang. Sepertinya komunikasi mereka sudah mulai bagus. Sementara itu, Samudra masih tinggal. Adikku satu-satunya itu mengambil alih waktu Arda. Aku sampai kesal sendiri. Setiap pagi dan sore, mereka berdua pergi ke pantai. Samudra meminta Arda mengajarinya selancar. Ya, Arda memang bisa selancar. Sekeren itu suamiku kalau berada di atas papan selancar. Aku pernah ikut bersama mereka. Namun, hanya satu kali. Setelah itu aku memilih pergi sendiri. Jalan-jalan sendiri karena di pantai Arda sibuk dengan Samudra. Aku tersisihkan. Lalu, Samudra juga selalu ikut dalam acara kami berdua. Dari mulai sarapan, makan siang, makan malam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN