Bab 68.

1801 Kata

Arda POV. “Ayo, Bang! Kita ke pantai sekarang.” Sumpah, rasanya itu tali yang sedang kupakai untuk mendaki, tiba-tiba putus. Tubuhku langsung meluncur turun, dan terhempas kuat. Sialan memang. “Ayo, Bang! Keburu malam.” Dan si pengganggu itu masih berteriak. Membuatku harus menahan napas, takut akan meledak. “Pergi sendiri, Sam. Gue mau daki gunung dulu!” sahutku karena sudah kesal setengah mati. Kutahan ringisan ketika Tifa mencubitku. “Apaan sih, Bang?! Mau daki gunung dimana? Gue ikut, dong.” Sialan memang si Samudra. Masih juga bicara. Membuat konsentrasiku semakin pudar saja. Bak debu tertiup angin. “Shhhtttt … nggak usah dijawab. Bilang saja masih capek, mau istirahat,” kata Tifa memberitahuku. “Bang! gue pokoknya ikut. Kalau nggak ke pantai, ke gunung nggak apa-apa.” “Bilang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN