Suara langkah sepatu yang menghentak, membuat Intan yang sedang membaca majalah di ruang keluarga menoleh. Dia melihat Daren masuk dengan raut wajah masam. "Muka kamu kenapa, Ren? Kok kusut banget kelihatannya," tanya Intan yang tak dapat menahan rasa penasarannya. "Aku hanya merasa capek," jawab Darren setelah mengembuskan napas panjang. "Ada masalah apa? Sini cerita sama Kakak, siapa tahu Kakak punya solusinya," ucap Intan yang yakin jika sang adik memiliki masalah. Darren menjatuhkan bokongnya di sofa, lalu menatap Intan dengan penuh keraguan. Tidak mungkin juga dia bercerita kepada sang kakak, kalau dia mencium Cecilia dengan penuh gairah. Dan yang membuat Darren semakin kesal adalah kenyataan jika ciumannya dengan Khatleen tidak sedasyat ciumannya yang dia lakukan bersama Cecili

