Jika ada kata diatas sempurna, Elea pasti akan memberikannya kepada Rain. Ungkapan cintanya benar-benar sangat dalam melebihi kata aku mencintaimu. Semakin bertambahnya hari, bertambah pula rasa cintanya pada sosok pria yang sudah menjadi suaminya ini. "Jadi pengen nangis," kata Elea, bibirnya berkedut menahan tangis. "Pengen peluk," imbuhnya lagi seraya membuka kedua tangan. Jangan ditanya suaranya, sangat manja yang menggemaskan kesukaan Rain. Rain tersenyum tipis, meletakkan minyak tadi di nakas. Perlahan menggeser tubuhnya di samping Elea, merengkuhnya dalam dekapan hangat seraya perlahan-lahan merebahkan tubuh ke kasur. Elea menenggelamkan wajahnya di ketiak Rain, tangannya menyusup halus pada sela kancing baju, mengusap lembut d**a Rain yang terasa sangat. Sesekali mengecup pelan

