Vania menatap bangunan minimalis dengan taman bunga yang asri di depannya. Alih-alih merasa kagum, ia justru merasa resah. Tidak menyangka jika akan datang ke rumah mantan suami dan adiknya sendiri yang kini telah menjadi keluarga bahagia. Vania bukannya iri dengan semua yang Elea miliki. Vania hanya iri dengan cara Rain mencintai Elea. Begitu memujanya seolah hanya Elea dunianya. Dicintai secara ugal-ugalan seperti itu, siapa yang tidak menginginkannya? Sentuhan halus ditangan membuat Vania menoleh. Mario tersenyum manis. "Kalau memang belum siap tidak apa-apa. Aku akan mengatakan pada Tuan Rain nanti. Kita bisa kesini kapan-kapan saja," ujar Mario. Sangat paham sekali situasi seperti ini pasti membuat Vania tidak nyaman. Vania mengeratkan gengggam tangan mereka, membalas senyuman mani

