Bab 101. Kedatangan Damian

1260 Kata

"Mama, kapan kita makan? Amora sudah lapar, apa Papa masih lama?" Suara rengekan Amora terdengar memecah kesunyian. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, yang berarti sudah waktunya anak-anak untuk makan malam. Namun, sejak tadi Elea belum mengizinkan mereka makan karena Rain belum pulang ke rumah. Elea pun merasa was-was, pasalnya tak biasa Rain pulang terlambat tanpa kabar seperti ini. "Tunggu sebentar kenapa sih? Paling Papa bentar lagi pulang," sergah Keenan, seperti biasa si paling anteng meski dirinya juga jenuh dan kelaparan. "Ih, Amora laper, Ma." Amora tetap saja merengek. "Dasar wanita, rewelnya minta ampun," celetuk Keenan yang dibalas pelototan kesal dari Adik kembarnya. "Sudah, kakak tidak boleh seperti itu." Elea menggeleng pelan, berusaha menasehati putranya dengan lemb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN