"Nona Elea." Disela-sela kekalutan hati yang Elea rasakan, Mario datang dengan langkah terburu-buru. Elea segera bangkit, dari wajahnya saja Elea bisa menebak jika ada sesuatu yang mendesak. Ibunya sudah pulang setelah mengucapkan kalimat yang sangat menyakitkan bagi Elea. Wanita yang tengah rapuh itu seolah dibuat semakin rapuh dengan kalimat yang membuat hati Elea begitu nyeri. "Ada apa, Mario?" Elea mengusap air matanya dengan cepat, matanya sudah cukup sembab karena sejak tadi terus menangis. "Tuan Rain sudah sadar," kata Mario dengan seulas senyum manis. Mata Elea mengerjap berkali-kali, sorot mata yang semula redup mulai dihiasi cahaya. Air matanya kembali mengalir, begitu haru mendengar suaminya akhirnya sadar kembali setelah sekian lama. "Rain ...." Tanpa membuang waktunya, E

