Sentuhan Terselubung

1440 Kata

Vanila melangkah pelan di sisi Adrian. Gaun satin berwarna lembut membalut tubuhnya, pinggangnya terlihat ramping meski perutnya sudah mulai membuncit. Malam itu mereka menghadiri pesta tahunan fakultas, sebuah acara formal yang diadakan di ballroom hotel untuk merayakan keberhasilan berbagai program dan penelitian kampus. Adrian menggenggam tangan istrinya, sesekali menunduk memastikan Vanila nyaman berjalan di karpet marun yang membentang. “Kalau kamu capek, bilang ya,” ucapnya lembut. Vanila mengangguk sambil tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja.” Lampu kristal berkilau di langit-langit, musik jazz lembut mengalun dari panggung. Beberapa meja bulat sudah penuh dengan tamu. Dosen, mahasiswa, bahkan sponsor kampus berbaur dalam suasana yang hangat. Adrian membimbing Vanila menuju meja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN