Pagi itu, ruang rapat utama dipenuhi para kepala divisi. Beberapa di antaranya masih sibuk mengecek dokumen di tablet masing-masing, sementara yang lain berdiskusi pelan mengenai agenda hari ini. Adrian masuk tepat waktu, mengenakan jas hitam dan dasi gelap. Sorot matanya tajam, wibawanya mengisi ruangan sejak langkah pertama. "Selamat pagi semuanya," ucap Adrian tegas. "Selamat pagi, Pak Adrian," jawab para peserta rapat serempak. Tanpa basa-basi, Adrian membuka rapat dengan membahas hasil evaluasi malam sebelumnya. Ia menjelaskan data dengan rinci, menyampaikan perbaikan sistem dan penataan ulang struktur beberapa bagian yang terdampak isu internal. Suaranya tenang, lugas, dan setiap kalimat yang ia lontarkan selalu disambut anggukan serius dari para peserta. Namun, sebelum rapat ber

