Pagi menyebar pelan di jendela apartemen. Vanila berdiri dengan map tipis di tangan, lembar persetujuan sidang terlipat rapi di dalamnya. Nafasnya turun teratur, kali ini tanpa beban di d**a. Ia menatap perutnya yang bergerak halus, lalu tersenyum. “Akhirnya,” ucapnya lirih. Adrian datang dari dapur membawa air hangat. “Hari yang kita tunggu,” ucapnya tenang. “Hari ini kamu istirahat.” “Aku masih tidak percaya sudah lewat,” jawab Vanila. “Revisi minor sudah diunggah, portal menandai final. Rasanya seperti habis bernapas panjang.” Adrian duduk di samping. “Kita bikin jadwal sederhana. Pagi kontrol ringan, siang makan enak, sore tidur. Tidak ada tamu dan tidak ada rapat.” Vanila mengangguk. “Setuju.” Ponselnya bergetar. Notifikasi portal akademik muncul singkat. Dokumen final diterima.

