‘Key, sorry, kayaknya gue ngga bisa dateng deh. Gue ada tugas yang urgent banget. Sorry banget.’ Read. Bak tersambar petir di siang hari, mata Keysha melotot membaca pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya. Tidak, tidak, ini tidak boleh terjadi! Tanpa berlama-lama Keysha langsung menghubungi Nana. Enak saja main batal padahal mereka sudah janji dari empat hari yang lalu. Beberapa kali Keysha mencoba menelepon, namun tidak ada jawaban. Kesal, dia menghentakkan kakinya ke lantai. Sambil berfikir Keysha mondar-mandir, hatinya sangat gelisah saat ini. Ya bagaimana tidak gelisah, dua puluh menit lagi praktikum akan dimulai, tetapi tiba-tiba Nana sebagai subjek membatalkan! Ingin rasanya Keysha ngamuk saat ini juga. “Kenapa?” tanya Jihan. “Subjek gue, Han, ya Tuhan! Masa udah semepet

