Pelan-pelan Aksa menutup pintu, lalu dia duduk di kursi depan. Mulai hari ini Aksa akan mengurus tiga orang dalam satu waktu. Istrinya, Cantika, dan Jullian. Mungkin kalau Cantika tak terlalu Aksa risaukan karena wanita itu masuk ruang ICU. Ruangan yang tidak bisa dikunjungi oleh siapapun selain perawat dan dokter. Tapi Jullian? Dengan tidak adanya Cantika, anak itu tidak ada yang mengurus. Apalagi mengingat Cantika seperti ini karena menolong Keysha. Akan tetapi disisi lain, Aksa juga sedang memikirkan perasaan istrinya. Iya, Cantika memang menolong nyawanya. Aksa yakin Keysha paham itu. Tapi Aksa juga yakin kalau Keysha belum sepenuhnya menerima jika dirinya mengurus hal yang berbau Cantika. Aksa pusing, benar-benar pusing. Otaknya buntu, tidak bisa mencari solusi atas situasi ini. And

