“Keysha?” Mendengar namanya dipanggil Keysha berbalik badan. Di belakangnya ada sosok Nia tengah berdiri dengan raut wajah yang … sulit Keysha artikan. Keysha tersenyum, tubuhnya berbalik sempurna menghadap Nia. “Mama,” sapa Keysha berusaha riang. Nia mendekat, memperhatikan wajah sang menantu dengan lekat. Dari pagi dia tidak melihat Keysha sama sekali, dan baru siang ini mereka berhadapan. Tadinya Nia ingin mendatangi kamarnya, tetapi dia takut mengganggu. Kedua tangan Nia terulur, meraih tangan Keysha. Kedua wanita itu saling tatap satu sama lain. “Kamu benar ngga sakit? Tapi wajah kamu kelihatan pucat. Kamu udah makan, ‘kan?” Tanpa berniat untuk bohong Keysha menggelengkan kepalanya. Sejak pagi memang dia belum makan, bahkan sarapan yang suaminya bawakan masih utuh di kamar. Sampa

