Empat hari sudah Cantika mendapat perawatan, dan hari ini dia sudah diperbolehkan untuk pulang. Setelah mengurus administrasi dan mengambil obat, Cantika kembali ke ruangan untuk mengambil tas berisi baju-bajunya. Wanita itu sejak tadi tak henti-hentinya tersenyum. Karena dengan dirinya pulang, itu artinya dia bisa menjemput Jullian dari rumah Aksa. Saat hendak pergi, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Cantika menatap orang yang baru saja datang dan masuk ke dalam ruangannya. Senyum Cantika pudar, wajahnya menatap datar pria dihadapannya. Yang datang adalah orang yang tidak Cantika harapkan. Iya, siapa lagi kalau bukan Reyhan. Semenjak dirinya di rumah sakit, baru ini pria itu menunjukkan wajahnya. Cantika yang enggan ribut memilih mengabaikan. Dengan langkah tergesa wanita itu berniat me

