“WHAT?! NIKAH?!” Refleks Keysha membekap mulut Jihan. Memang di taman tidak terlalu ramai, tetapi tetap saja ada orang. Dan pasti mereka mendengar pekikan Jihan yang super kencang. Jihan melepaskan tangan Keysha dari mulutnya. Tunggu, tunggu. Seketika otak Jihan ngelag, dia tidak bisa mencerna apa yang baru saja Keysha katakan. Jujur, lebih dari itu dia sangat kaget. Bagaimana tidak kaget kalau tiba-tiba mendapat kabar kalau temannya diajak nikah?! Dan yang mengajak adalah Aksa, dosennya! Entah cerita apa yang sudah Jihan lewatkan sampai dia baru tahu soal ini. Tangan Jihan terulur, menepuk pelan pundak Keysha. wajah syoknya tidak bisa disembunyikan kali ini. “Lo demi apa, Key? Pak Aksa? Jadi jawaban dia kemarin serius? Saking seriusnya lo diajak nikah?” “Han, pelanin suara lo,” pinta

