Belum ada setengah perjalanan, tetapi Keysha tak henti-hentinya menguap. Padahal satu gelas kopi sudah dia habiskan. Bukan hanya itu, jam tujuh masih tergolong sore, tetapi bisa-bisanya dia mengantuk seperti ini. Keysha berhenti menulis, kepalanya terangkat menatap Aksa yang duduk dihadapannya. Pria itu terlihat sedang fokus menulis seolah tidak merasakan apapun. Tadi, sepulangnya dari rumah Bara, Aksa dan Keysha memang memilih mampir ke kedai kopi. Itu ide Aksa karena dia ingin membantu Keysha menulis nama diundangan. Ya walaupun dia punya tugas yang sama nantinya di rumah. sebelumnya Aksa sudah memberi saran untuk menyuruh orang saja, namun Keysha menolak. Gadis itu bilang masih bisa menghandle. Dan dia juga sudah konfirmasi ke teman-temannya yang mau membantu. Menggunakan kedua tangan

