Bab 157. Tidak Ada Tandingan

1071 Kata

“Gue laper.” Refleks Jihan menoleh menatap Keysha. “Lo ngga bawa cemilan? Biskuit gitu? Roti?” Keysha menggelengkan kepala sembari mengembungkan pipinya. Entah kenapa Keysha merasa kelas siang kali ini lama sekali selesainya. Padahal dirinya sudah bosan, ingin ke luar, ingin ke kantin. Selain itu Keysha juga ingin ke kamar mandi. Padahal tadi sudah beberapa kali bolak-balik kamar mandi. Walaupun tengah hamil besar, Keysha memang memutuskan tidak mengambil cuti. Itu semua karena dia masih mampu menjalani harinya. Selain masih mampu, ada Aksa yang setia menjaga selama di kampus. Hanya saja memang ditrimester pertama Keysha banyak izin. Tetapi setelah itu terlewati, tubuhnya sudah jauh lebih kuat. Dan semenjak perutnya semakin membesar, orang-orang lebih perhatian ke Keysha. bukan hanya ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN