Bab 118. Mau Apa Lagi?

1088 Kata

"Kadang ... bukan kadang sih, tapi setiap saat. Aku kangen banget sama bunda, aku pengen ketemu lagi sama bunda walaupun cuma lima menit." "Tapi kamu juga tau 'kan kalau orang yang udah berpulang, ngga akan bisa kembali lagi ke dunia? Mau sebesar apapun usaha kamu buat mencari dan memohon?" "Aku tau itu, tau banget. Tapi nyatanya aku ngga bisa lupain bunda." "Ngga ada yang nyuruh kamu buat lupain, Key. Jahat sekali kalau ada yang nyuruh kamu begitu." Keysha menahan napas, dadanya seketika sesak. Apa yang Aksa katakan tidaklah salah, justru sangat benar. Tapi sebagai manusia biasa, rasanya sulit untuk Keysha menerima takdir ini. Takdir di mana dia tidak bisa melihat Adella secara langsung lagi. Dan yang lebih memilukan, ini akan seumur hidup, selama dia masih bernapas. Wanita itu menar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN