“Udah usahanya? Berhasil ngga? Atau dia mulai ngga perduli? Lagipula tau diri, Cantika.” Tangan Cantika melemas, ponsel yang ada di telinga perlahan dia turunkan. Tanpa perlu menoleh dia sudah tahu itu suara siapa. Memang siapa lagi kalau bukan suaminya yang kurang ajar itu. Saat ini Cantika sedang berada di depan ruangan sang anak. Sengaja dia tidak langsung masuk karena masih ingin mencoba menghubungi Aksa. Tapi apa daya, pria itu tak kunjung menjawab panggilannya. Sebetulnya … ke mana Aksa? Tidak mungkin pria itu mengajar secara nonstop. “Udahlah, Can, ingat-ngat dia udah punya istri. Ah, iya, sebentar lagi juga mau melahirkan, ‘kan? Tega kamu mau hancurin rumah tangga orang?” Tubuh Cantika berbalik, tanpa mengatakan apapun dia siap menerobos masuk, namun belum sempat masuk, tubuhny

