Setelah mendapat infus semalaman kondisi Keysha berangsur membaik. Semalam juga wanita itu tidur nyenyak tidak kebangun sama sekali. Dan pagi ini, Aksa bangun lebih dulu. Dengan lekat dia memandangi wajah istrinya yang masih terlelap. Tangan Aksa terulur, mengusap lembut pipi Keysha. pokoknya apapun akan Aksa lakukan demi bisa mendapatkan maaf dari wanita itu. Merasakan pipinya terus diusap, tidur nyaman Keysha sedikit terusik. Mata wanita itu perlahan terbuka. Pemandangan pertama yang dia dapati adalah wajah suaminya. Keysa masih berusaha mengingat apa yang sebelumnya telah terjadi. “Pagi,” sapa Aksa. “Gimana kondisi kamu? Udah agak enak? Atau masih pusing? Mual? Atau gimana?” sambungnya dengan nada khawatir. Keysha masih diam memandangi wajah suaminya. Aksa memajukan wajahnya, mengec

