“Bapak secepat itu ya kangen sama saya? Bapak loh belum lama keluar dari kelas, dan sekarang nyuruh saya ke sini.” Keysha duduk, kedua tangannya menopang dagu. Ditatapnya dengan lekat pria dihadapannya yang sedang bersedekap d**a. “Dan kamu se-pede itu kalau tujuan saya manggil kamu karna kangen? Pengen banget kamu dikangenin sama saya?” Keysha mengulum bibirnya tanpa mengubah posisi. Sial, malah dirinya yang kena skakmat. Tatapan keduanya beradu, Keysha masih menunggu apa yang ingin Aksa sampaikan kepadanya. Sore ini Keysha sudah lelah, karena sudah lelah dia sampai lupa dengan rasa malunya. Biasanya dia malu berbuat seperti ini kepada Aksa. “Lalu … buat apakah saya dipanggil kalau Bapak tidak kangen?” Tubuh Aksa sedikit maju, membuat jarak wajahnya dengan Keysha terkikis. Dari jarak

