“Padahal yang pengen saya ledekin anak itu, tapi malah ngga masuk. Kenapa Keysha ngga masuk, Pak?” “Pak Akbar ini ngga pengertian banget sih. Masa yang begitu aja mesti ditanya,” sahut Diana mendahului Aksa yang sudah ancang-ancang ingin buka mulut. Aksa yang sedang menopang kepalanya menatap Akbar dan Diana yang duduk disebrangnya. Godaan seperti itu sudah bisa dia prediksi, apalagi mengingat mereka berdua sudah lebih dulu menikah. Godaan bukan hanya datang dari mereka, tetapi mahasiswanya. Tadi pagi sesampainya di kampus, bahkan sampai mengajar, pernikahannya terus saja dibahas. Tetapi karena Aksa memberi reaksi yang dingin, mereka semua secara serempak tutup mulut. Karena bagi Aksa, ada waktunya bercanda, ada waktunya juga serius. Apalagi kalau sedang di kelas. “Kok Bapak ngga ikut

