“Ami ... Ami, Ucup mau pelgi cama Akung.” “Iya, Sayang. Abang Yusuf bisa ganti baju sendiri ‘kan?” “Iya, Ami. Ucup bica anti baju cendili.” Yusuf naik ke atas ranjang. Titan kini sedang beristirahat karena kepalanya kembali pusing. Balita itu langsung memeluk Maminya dengan sayang. “Ami angan cedih ya. Ucup anti beyikan es kim.” Titan tersenyum dengan membelai kepala Putra yang beberapa bulan ini kurang diperhatikannya. Bukan karena dia tidak sayang dengan Yusuf namun karena kondisinya yang sedang mabuk berat karena kehamilan keduanya. “Abang Yusuf nanti beli es krimnya jangan kebanyakan ya. Terus, kalau Akung mau beliin mainan dilihat dulu. Kalau Abang sudah punya banyak di rumah cari mainan yang lain.” “Ciapp, Ami.” Yusuf mencium seluruh wajah Titan. Tak lupa, dia juga mencium per

