Lucas terdiam sepersekian detik. Tatapan matanya berubah, ada kilatan marah bercampur luka di sana, meski ia segera menutupinya dengan senyum arogan. “Kau pikir kematian bisa membebaskanmu dariku?” Dengan putus asa, Allysa langsung membalikkan pisau itu, mengarahkannya ke pergelangan tangan kirinya sendiri. Gerakannya cepat, penuh tekad untuk mengakhiri semuanya. Namun Lucas lebih cepat. Tangannya yang kuat meraih pergelangan Allysa, menahan laju pisau. Pisau itu sempat menggores kulitnya, meninggalkan luka tipis dengan darah yang segera merembes, tapi tak sampai dalam. “Gila!” bentak Lucas, suaranya meledak. “Kau pikir aku akan membiarkanmu melarikan diri dengan cara t***l seperti itu?” Allysa tersenyum penuh kemenangan, meski menahan luka yang baru ia goreskan. Dengan kasar, ia mer

