Bab 80. Rasa Rindu Yang Terbayar Lunas

1441 Kata

Siang itu, Jakarta masih dibalut hawa panas dan lembap. Matahari menyorot terang melalui jendela dapur rumah keluarga Amir, memantul pada panci besar dan talenan kayu yang sedang digunakan oleh Bu Ika dan Siti, ART keluarga itu. Keduanya sibuk menyiapkan makan siang istimewa — tamu dari Turki, menantu tersayang, dan cucu pertama di dalam kandungan. “Bu, ini dagingnya mau dimasak apa?” tanya Siti sambil mengiris bawang merah. “Bikin rendang, Sit. Yang enak. Kita kasih sambel ijo juga, sama sup bening untuk Allysa. Dia lagi nggak kuat makan yang terlalu berat,” jawab Bu Ika. Ia terlihat sangat bersemangat, senyum tak habis-habisnya sejak mengetahui bahwa putrinya sedang hamil dan suaminya — Lucas — benar-benar datang dari seberang dunia. Dan tentu saja, tidak setiap hari wanita biasa sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN