Lucas perlahan sadar… Suara mesin monitor jantung berbunyi stabil—beep … beep … beep—merambat pelan ke dalam kesadaran Lucas yang gelap. Ada rasa berat di kelopak matanya, seolah ribuan batu menahan untuk tetap tertutup. Namun samar-samar ia mendengar suara Marco, bergetar, seperti meredam tangis yang tertahan. “Tuan … kalau bisa dengar saya, tolong bangun.” Lucas berpikir ia sedang bermimpi. Lalu ia merasakan jemari seseorang menggenggam tangannya—erat, penuh ketakutan. “Tuan, dokter bikang … kalau tidak ada respon malam ini, kemungkinan,” suara Marco pecah, tak sanggup melanjutkan. Ada dorongan halus dalam tubuh Lucas, sebuah suara jauh di dalam dirinya, seperti ada seseorang memanggil namanya. Suara lembut itu … hangat … mendesak. Lucas .… Kelopak matanya bergetar. Napas Marco te

